Kamis, 04 Juli 2013

OLAHRAGA SETELAH BANGUN TIDUR PAGI HARI

Vera Farah Bararah - detikHealth

Jakarta, Sebagian besar orang melakukan olahraga dipagi hari setelah ia bangun tidur. Tapi sebenarnya kapan waktu yang paling cepat seseorang bisa olahraga setelah bangun tidur?

Beberapa orang kadang merasa sedikit kaku atau lelah saat bangun tidur sehingga langsung berolahraga membuat jantungnya harus bekerja keras untuk membantunya merasa enerjik.

Sementara itu peneliti dari University of Pittsburgh Medical Center menuturkan waktu terbaik untuk berolahraha adalah ketika seseorang memungkinkan untuk melakukannya agar aktivitas bisa optimal.

Saat bangun tidur konsentrasi glukosa darah rendah karena energi dari makan malam sudah habis digunakan, karenanya jika bangun tidur langsung olahraga dalam keadaan perut kosong akan membuatnya merasa lemah atau lesu, seperti dikutip dari MayoClinic, Kamis, (19/4/2012).

Untuk itu disarankan memberi waktu sejenak untuk mengonsumsi makanan ringan seperti cracker, buah pisang, sereal gandum, susu rendah lemak atau minuman bagi orang yang tidak suka makan saat baru bangun tidur.

Selain itu studi menunjukkan olahraga yang kurang berat akan lebih produktif jika suhu tubuh sudah meningkat, sementara saat bangun tidur suhu tubuh masih rendah, sehingga perlu waktu untuk meningkatkan temperatur tubuh.

Olahraga sebaiknya dilakukan beberapa hari dalam seminggu dan masing-masing setidaknya 30 menit. Olahraganya bisa meliputi latihan aerobik, jalan cepat, naik tangga, jogging atau berenang.

Hal ini karena olahraga tersebut bisa membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh, menurunkan risiko diabetes, serangan jantung, stroke, kanker tertentu serta membantu menjaga berat badan ideal yang membuat tubuh lebih sehat.

USIA YANG PASS UNTUK MEMPERKENALKAN ANAK PADA OLAHRAGA FITNESS

 

Saya sempat menjadwalkan fitness untuk adik saya di setiap minggunya, saya bertanya pada dirisendiri apakah sudah saatnya bagi adik saya yang usianya masih 18th sudah dikenalkan dengan olahraga fitness..

setelah saya mendapat refrensi dari berbagai buku kesehatan, apa yang dikhawatirkan oleh saya terpelajari juga :
dalam Jurnal Sport & Medicine di Amerika (berdasarkan artikel yang saya baca ). Ada sebuah penelitian tentang fitness buat anak. Penelitian tersebut mencomot 18 anak laki-laki usia 8 (DELAPAN) tahun. Mereka disuruh latihan beban 3 kali seminggu, 45 menit tiap sesi latihannya. Dalam penelitian kali ini para peneliti pengen nyari tahu tentang dampak fitness bagi anak-anak jika dilihat dari tekanan darahnya, detak jantung, dan lagi terhadap pertumbuhan dan fleksibilitas syaraf.Hasilnya? Jangan khawatir, ternyata dari hasil penelitian tidak ada dampak negatif, seperti cedera dan tidak mempengaruhi kesehatan tulang atau organ-organ tubuh lainnya. Yang terpenting, dari hasil penelitian ini ternyata program tersebut tidak mempengaruhi pertumbuhan si anak. So don’t worry ibu-ibu. Ini hanya salah satu contoh penelitian yang saya dapat, mungkin ada banyak lainnya berseliweran di jagad maya. Beda lagi kalo anda ingin anak anda memiliki otot, ada batasan usia untuk ini, anda harus tunggu anak anda mencapai usia 14-17 tahun hingga mereka mulai memproduksi testosteron,

dari beberapa sumber yang saya baca yang intinya olah raga beban justru baik bagi anak-anak, olah raga ini bisa menjaga kesehatan, daya tahan, stamina, pembentukan tulang, dan membentuk tubuh lebih proporsional ASALKAN, ada pengawasan saat melakukan olah raga ini (orang tua juga baiknya ikut andil, tempat fitness bukan sekolah tk lho), menggunakan beban yang sesuai dengan kemampuan anak, plus frekwensi latihan juga gak boleh gila-gilaan (anak anda bukan atlet body building profesional). Seperti pada postingan sebelumnya, ada keseimbangan juga antara latihan, nutrisi yang wajib dilengkapi dan disesuaikan agar tumbuh secara optimal. Dan terakhir, udah latihan beban, pasti capek dong! Akhiri dengan istirahat yang cukup.